Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Karnaval Roda Sapi (Pedati) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Karnaval ini diikuti oleh sekitar 54 pedati yang berasal dari berbagai desa dan kecamatan, menampilkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Karnaval Roda Sapi secara resmi dilepas oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu. Titik start kegiatan berada di Desa Padang Tumbuo dan berakhir di Lapangan Eks STQH. Sepanjang rute karnaval, para peserta mengarak pedati yang telah dihias dengan beragam ornamen khas daerah. Setiap pedati menampilkan ciri budaya masing-masing wilayah, mulai dari motif tradisional, perlengkapan adat, hingga simbol-simbol kehidupan masyarakat Tojo Una-Una pada masa lalu.
Parade pedati tersebut menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga. Sejak pagi hari, ratusan masyarakat telah memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan langsung jalannya kegiatan. Antusiasme warga terlihat dari kerumunan penonton yang berdiri di tepi jalan, mengabadikan momen dan memberikan dukungan kepada para peserta. Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu menyampaikan bahwa Karnaval Roda Sapi bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menjaga dan merawat tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, roda sapi atau pedati memiliki nilai historis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Tojo Una-Una, khususnya pada masa ketika sarana transportasi modern belum berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus mempererat kebersamaan dan persatuan masyarakat dalam semangat HUT ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una,” ujar Ilham Lawidu dalam sambutannya, Sabtu, 13 Desember 2025.
Bupati juga mengenang pengalamannya di masa kecil yang tidak terpisahkan dari keberadaan roda sapi. Ia menyampaikan bahwa pedati dahulu menjadi alat transportasi utama masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mengambil air dan mengangkut kebutuhan rumah tangga. Kenangan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari perjalanan hidup masyarakat Tojo Una-Una.
“Saya masih ingat betul bagaimana roda sapi digunakan untuk mengambil air, baik saat saya berada di wilayah kepulauan maupun ketika tinggal di Desa Padang Uloyo, Kecamatan Ampana Tete. Roda sapi adalah bagian dari kehidupan kita,” kata Bupati Ilham Lawidu.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemilik roda sapi yang telah berpartisipasi aktif dalam karnaval. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Partisipasi dari berbagai desa dan kecamatan menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal masih tumbuh kuat.
“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini dapat menyenangkan hati masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una dan membawa kebahagiaan bagi kita semua,” ungkap Ilham Lawidu.
Pelaksanaan Karnaval Roda Sapi ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Ampana Kota, Ampana Tete, dan Ratolindo. Koordinasi antar kecamatan berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar. Selain itu, dukungan penuh dari masyarakat setempat turut membantu kelancaran acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan karnaval.
Karnaval ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dan berinteraksi di satu ruang publik, memperkuat hubungan sosial yang selama ini terjalin. Suasana kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan, terutama ketika rombongan pedati tiba di lokasi finis dan disambut oleh masyarakat yang telah menunggu.
Turut hadir dan mengikuti pawai Karnaval Roda Sapi tersebut Wakil Bupati Tojo Una-Una Hj. Surya Lapasiri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, para pimpinan perangkat daerah, Camat Ampana Kota, serta berbagai pihak terkait lainnya. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan partisipasi masyarakat dalam peringatan hari jadi kabupaten.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Karnaval Roda Sapi (Pedati) ini, rangkaian peringatan HUT ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una berlangsung semarak dan memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat maupun para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari agenda budaya daerah, sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Tojo Una-Una. ***













