Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una sebagai upaya menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor serta mempercepat peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.
Raker yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, bersama jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, hadir Bupati Ilham Lawidu, Wakil Bupati Hj. Surya Lapasiri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta seluruh pimpinan perangkat daerah.
Paragraf pembuka pertemuan diisi dengan pemaparan umum mengenai arah kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah yang menitikberatkan pada penyelarasan program pusat dan daerah. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa sinkronisasi perencanaan menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat saling mendukung, tidak tumpang tindih, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Raker tersebut. Ia menilai kehadiran langsung jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan dorongan semangat dan keyakinan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini memudahkan penyampaian persoalan daerah sekaligus membuka ruang solusi yang lebih konkret.
“Kami mengapresiasi langkah Pemprov Sulawesi Tengah yang hadir langsung dan duduk bersama kami. Ini menjadi energi baru untuk mendorong percepatan pembangunan, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, konektivitas wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ilham Lawidu dalam forum tersebut.
Bupati Ilham juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kabupaten Tojo Una-Una. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan kondisi keuangan daerah yang berdampak pada kemampuan pembiayaan pembangunan. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi pemangkasan alokasi anggaran pada tahun 2026, yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi keberlanjutan program-program strategis daerah.
Selain itu, Bupati Ilham menyoroti kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayahnya yang dinilai perlu segera mendapat perhatian. Ia menyebut ruas jalan di Kecamatan Una-Una dan Kecamatan Batudaka, serta jalur dari Desa Balingara hingga Dataran Bulan di Kecamatan Ampana Tete, sebagai akses vital bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta akses masyarakat terhadap layanan dasar.
“Ruas jalan ini menjadi penghubung utama aktivitas warga. Jika kondisinya tidak segera ditangani, maka akan berdampak langsung pada perekonomian dan pelayanan masyarakat,” ujar Ilham Lawidu.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Ia menyatakan bahwa Raker seperti ini merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan prioritas, serta merumuskan langkah-langkah yang dapat dijalankan secara bersama.
“Sinkronisasi program antara provinsi dan kabupaten menjadi keharusan agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemerintah provinsi tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga pemerintah kabupaten. Kita harus saling mendukung demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Anwar Hafid.
Gubernur juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan konektivitas wilayah, tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi karena berhubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan disebut sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dalam kesempatan yang sama turut menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Menurutnya, pemetaan kebutuhan daerah yang akurat akan membantu pemerintah provinsi dalam menentukan skala prioritas program, termasuk dalam kondisi keterbatasan anggaran.
Sebagai bentuk nyata perhatian kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada anak-anak serta dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung program peningkatan kesejahteraan sosial di daerah.
Raker ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui koordinasi teknis antar perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Pemerintah provinsi berharap, langkah-langkah konkret yang dirumuskan dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Tojo Una-Una.
Melalui forum Rapat Kerja ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan yang merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. ***













