Kemenag Tojo Una-una Apresiasi Manasik Haji Cilik RA Ulumul Qur’an

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-una, H. Muh. Syahruddin, menghadiri kegiatan Manasik Haji Cilik yang dilaksanakan oleh Raudhatul Athfal (RA) Ulumul Qur’an Yayasan Fajar Terang. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Eks STQ Bumi Mas, Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, pada Sabtu, 22 November 2025, dan diikuti oleh 143 peserta didik.

Kegiatan manasik haji cilik ini menjadi bagian dari upaya pendidikan keagamaan yang ditanamkan sejak usia dini kepada anak-anak. Sejak pagi hari, para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian ihram. Mereka didampingi oleh para guru serta orang tua pendamping yang turut memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-una menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, manasik haji cilik merupakan langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini. “Kegiatan Manasik Haji Cilik ini merupakan langkah mulia dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal rukun Islam yang kelima, belajar tentang perjalanan ibadah haji, serta memahami makna ketaatan, kesabaran, dan kebersamaan,” ungkap H. Muh. Syahruddin dalam sambutannya, Sabtu, 22 November 2025.

Ia menambahkan bahwa pengenalan praktik ibadah melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan sangat penting bagi perkembangan spiritual anak. Dengan metode pembelajaran langsung seperti manasik haji, anak-anak tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mempraktikkan dan merasakan makna dari setiap tahapan ibadah. Hal ini diharapkan dapat membekas hingga mereka dewasa kelak.

Kegiatan ini diikuti oleh 143 peserta didik RA Ulumul Qur’an Yayasan Fajar Terang. Para peserta menjalani seluruh rangkaian manasik haji secara sederhana, mulai dari niat dan ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, hingga tahallul. Setiap tahapan disesuaikan dengan usia anak-anak tanpa mengurangi nilai edukasi dan makna ibadah yang ingin disampaikan.

Ketua Yayasan Fajar Terang, H. Sufyan Maddussila, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa manasik haji cilik ini tidak sekadar kegiatan seremonial. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. “Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal tata cara ibadah haji secara sederhana, memahami makna perjuangan dalam beribadah, serta menumbuhkan rasa cinta kepada ajaran Islam,” kata H. Sufyan Maddussila.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama panitia, para guru, serta orang tua pendamping yang telah melakukan persiapan dengan penuh kesungguhan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, guru, serta para orang tua pendamping yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan manasik haji tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada syariat agama Islam. Anak-anak diperkenalkan makna setiap rukun dan wajib haji dengan bahasa yang mudah dipahami. Para guru berperan aktif memberikan penjelasan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung, sehingga anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan penuh semangat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia melaksanakan penyembelihan hewan ternak berupa kambing. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi mengenai salah satu ketentuan dalam ibadah haji, yakni dam atau denda pada haji qiran. Meskipun dilakukan dalam konteks pembelajaran, prosesi tersebut memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang nilai pengorbanan dan kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama.

Kegiatan manasik haji cilik ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pihak sekolah, yayasan, orang tua, serta instansi pemerintah. Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-una menunjukkan dukungan terhadap program pendidikan keagamaan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, RA Ulumul Qur’an Yayasan Fajar Terang berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang memiliki dasar keimanan dan pemahaman agama yang baik. Penanaman nilai-nilai ibadah sejak usia dini diharapkan dapat membentuk karakter anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap ajaran Islam.

Ke depan, pihak yayasan berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan. Hal ini sejalan dengan komitmen lembaga dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritual peserta didik. Melalui kegiatan manasik haji cilik, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memahami nilai ibadah dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. ***

Exit mobile version